IMAM SUYITNO
Lahir di Madiun, 15 Juli 1942 dan meninggal di Jakarta, 11 September 1980. Semasa hidupnya Suyitno bin Sumodiharjo tinggal di Kelurahan Pisangan Lama, Jl. Nambru Jatinegara Jakarta. Istrinya bernama Mujilah, dalam hubungan pernikahannya dikaruniai empat anak yaitu :
1. Herry Agus Yudho Pratomo
2. Heru Setyo Yudho Dwinanto
3. Nungky Erawati Sujitno
4. Fendy Brono Sasongko.
Imam Suyitno memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Beliau adalah tokoh yang turut serta mengenalkan PSHT di Jakarta, sekaligus pencipta gerakan Senam Massal 1-60 yang diputuskan dalam Mubes 1985 menjadi bagian materi PSHT.
Dalam dunia persilatan beliau memiliki prestasi gemilang, diantaranya:
1. Juara 1 tingkat Karisidenan pertandingan Pencak Silat tanggal 19 Juli 1961.
2. Juara III Ganda Putra bersama saudara Bibit dalam PON V di Bandung tahun 1961.
3. Pemenang ke-3 Ganda Putra dalam pertandingan Pencak Silat Seleksi PON VII Setia Hati Terate wilayah Jakarta, 22 Juni 1969.
4. Pemegang piagam resmi Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun yang ditetapkan di Madiun pada tanggal 8 Juli 1984.
Selain berprestasi sebagai atlet, beliau juga aktiv berorganisasi, diantara jabatan organisasi yang beliau emban adalah:
1. Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Jakarta periode 1968 – 1976.
2. Ketua Pengda IPSI Jakarta tahun 1970.
3. Team penyusun peraturan pertandingan pencak silat olahraga tahun 1970
4. Ketua Bidang Teknik, Pengda IPSI Jakarta tahun 1972.

